Langsung ke konten utama

Senat Mahasiswa STAIN Kudus Adakan Publik Hearing

Senat Mahasiswa STAIN Kudus Adakan Publik Hearing

Kudus, gayengnews.com- Mahasiswa STAIN Kudus yang tergabung dalam Senat Mahasiswa (SEMA) dan Organisasi Kemahasiswaan (OK) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus dengan tema “Munuju Organisasi Kemahasiswaan yang Progresif, Inovatif Secara Terprogram” Senin (13/3/2017) di Kampus STAIN Kudus.
Dalam sambutannya, Muhammad Mahmud, Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) STAIN Kudus menyatakan bahwa diskusi ini digelar untuk menyikapi Tata kelola Administrasi dan Peraturan Keorganisasian Kampus serta Sarana dan Prasana Kampus yang ada di Kampus STAIN Kudus ini.
“Ini bentuk keresahan dan perhatian kami terhadap keadaan kampus yang termasuk sarana prasarana kampus. Mahasiswa yang sudah bertahun-tahun belajar di Kampus tercinta STAIN Kudus,” ungkapnya.
Wakil Ketua I (Waket I) STAIN Kabupaten Kudus, Dr. Saekhan Muchith, S.Ag., M.Pd, menyatakan bahwa sarana prasarana kampus STAIN Kudus sampai saat ini sudah banyak megalami kemajuan dan pihak birokrasi kampus sampai saat ini masih dikembangkan, karena melihat keadaan kampus STAIN kudus saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat. Senin (13/3)
“Birokrasi Kampus STAIN Kudus mengajak kepada para pengurus Organisasi Kemahasiswaan (OK) supaya bisa mewarnai kegiatan kemahasiswaan untuk kemajuan almamater kampus STAIN Kudus. Tambahnya
“Kita bersama-sama harus menemukan solusinya, jangan sampai nyawa manusia hilang dengan mudah di turunan Silayur,” tambahnya.
Wakil Ketua III (Waket III) STAIN Kabupaten kudus, H. Shobirin, M.Ag selaku yang selaku membidangi kemahasiswaan hadir dalam kegiatan ini, menyatakan bahwa mendukung kebijakan Senat Mahasiswa (Sema) terkait aturan Organisasi Kemahasiswaan yang diterapkan oleh birokrasi kampus demi kemajuan organisasi dilingkungan kampus STAIN Kudus.
“kami sangat mendukung dengan apa yang telah dilakukan oleh Sema terkait aturan organisasi kemahasiswaan demi kemajuan organisasi di lingkungan kampus kita ini,” ungkapnya.
Hadir dalam kegiatan ini, Wakil Ketua II STAIN Kudus, Pembina Organisasi Kemahasiswaan, Perwakilan dari Operasional sarana pra sarana dan Keamanan, dan juga perwakilan dari bagian Administrasi Keuangan kampus STAIN Kudus. (adm/faiq)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi 02 TEKNIK KOMUNIKASI MEMFASILITASI PELATIHAN PARTISIPATIF Fasilitator adalah orang yang memberikan bantuan dalam memperlancar proses komunikasi sekelompok orang, sehingga mereka dapat memahami atau memecahkan masalah bersama-sama. Fasilitator bukanlah seseorang yang bertugas hanya memberikan pelatihan, bimbingan nasihat atau pendapat. Fasilitator harus menjadi pengarah yang baik untuk berbagai permasalahan. 1)       TUGAS DAN WEWENANG 1.       Menata acara belajar, menyiapkan materi, dan penyajian materi sesuai 2.       dengan bidangnya. 3.       Menata situasi proses belajar. 4.       Mengintensifkan kerjasama dan komunikasi antar anggota kelompok. 5.       Mengarahkan acara belajar dan menilai bahan belajar sesuai dengan modul. 6.       Mengadakan bimbingan pada d...

sejarah pmii kudus

Sejarah singkat dan narasi awal pendirian :     PMII merupakan organisasi pengkaderan kaum muda nahdliyin yang ada di dunia perkuliahan atau kampus maka berdirinya pun juga berangkat dari awal berdiriya kampus di kota kudus. Pada  tahun 1963 STAI (Sekolah Tinggi Agama Islam) dan APP (Akademi Pimpinan Perusahaan) mulai didirikan di kudus dengan dukungan Bupati Kudus yang berasal dari kader NU yang bernama Soenarto Noto Widodo. PMII Cabang Kudus berdiri diasumsikan pada tanggal 17 April 1963 yang pada waktu itu disponsori oleh : 1.        Drs. H. Ahmad Toha (Keturunan Belanda) 2.        Prof. Dr. Mghfur Ustman, MA 3.        H. Hadziq Siroj 4.        K. H. Chamdun A.Syakur, BA 5.        Chambali 6.        Drs. H. Malichan 7.        H. Luthfi...

ke- PMII-an latar belakang

Ke- PMII-an A.     LATAR BELAKANG Lahirnya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) melalui musyawarah mahasiswa nahdlatul ulama’ di Surabaya pada tanggal 17 april 1960 (21 syawal 1397) sesungguhnya adalah puncak dari upaya yang pernah dilakukan sejak lama sebelum itu, untuk mambentuk wajah yang lebih besar sebagai tempat mahasiswa-mahasiswa NUmengaktualisasikan peramnnya. Perkembangan PMIIbegitu pesat diberbagai daerah di Indonesia sebagai underbow partai NU dikancah politik praktis. Hingga organisasi ini menyatakan independen yang tidak terikat dalam sikap dan tindakannya kepada siapapun dan hanya komit dengan perjuangan organisasi dan cita-cita perjuangan nasional yang berlandaskan pancasila. Pernyataan ini dideklarasikan paada tanggal 14 juli 1972 dan dikenal dengan Deklarasi Munarjati yang merupakan manivestasi kesadaran PMII yamg meyakini sepenuhnya terhadap tuntutan keterbukaan sikap, kebebasan berfikir dan pembangunan kreatifitas yang dijiwai oleh nilai-...